Berobat di malaysia - Ini nih, soal glaucoma yang jadi salah satu penyebab kebutaan utama di dunia. Penyakit ini nyerang saraf optik, bagian yang penting banget buat kita bisa lihat. Seringnya, penyakit ini muncul tanpa kita sadari sampai udah lumayan parah. Nah, secara umum, glaucoma dibagi dua: glaukoma sudut terbuka sama glaucoma sudut tertutup. Dua-duanya punya cara kejadian, gejala, sama penanganan yang beda. Penting banget kamu tahu bedanya biar bisa diobatin cepet dan nggak sampai bikin buta.
Beda Glaukoma Sudut Terbuka dan Sudut Tertutup
Glaucoma sudut terbuka ini yang paling sering kejadian. Jadi, sudut buat cairan mata keluar (drainase) antara iris dan kornea itu sebenernya kebuka. Tapi, ada sumbatan atau hambatan di jalur aliran cairan mata, atau yang biasa kita sebut aqueous humor. Akibatnya, tekanan di dalam mata naik pelan-pelan tanpa kita sadar. Ini nih yang bikin dia dijuluki "pencuri penglihatan diam-diam" karena di awal seringnya nggak ada gejala yang jelas.
Beda banget sama glaucoma sudut tertutup. Ini kejadian waktu sudut drainase antara iris sama kornea tiba-tiba ketutup atau nyempit. Otomatis, tekanan di dalam mata langsung naik drastis dan cepet banget. Gejala akutnya bisa langsung muncul, kayak sakit mata yang parah banget, penglihatan kabur, sakit kepala, bahkan mual sama muntah. Karena gejalanya jelas banget dan cepet parah, glaucoma sudut tertutup ini termasuk darurat medis yang harus langsung ditangani.
Gejala dan Risiko Masing-Masing
Kalo glaucoma sudut terbuka itu berkembangnya pelan-pelan dan hampir nggak ada gejala di awal. Kamu biasanya baru ngeh kalau penglihatan udah mulai nyempit dari sisi luar, kayak lagi lihat lewat terowongan (tunnel vision). Kalo nggak ditangani, ya bisa buta permanen. Makanya, penting banget buat kamu yang berisiko, kayak ada riwayat keluarga glaucoma, penderita diabetes, atau yang umurnya di atas 40 tahun, buat rutin periksa mata.
Nah, kalau glaucoma sudut tertutup itu seringnya muncul mendadak dengan gejala yang ganggu banget. Kadang, serangannya bisa tanpa peringatan sama sekali. Kalo nggak ditangani dalam 24 sampai 48 jam, kerusakan saraf optik bisa jadi permanen. Jadi, kamu wajib banget langsung cari bantuan medis begitu ngerasain tanda-tanda kayak nyeri mata mendadak, penglihatan berkurang drastis, dan mata kerasa keras waktu disentuh.
Mana yang Lebih Berbahaya?
Dua-duanya sama-sama bahaya dan bisa bikin buta kalo nggak cepet ditangani. Tapi, kalau dari sisi kecepatan kerusakan, glaucoma sudut tertutup cenderung lebih bahaya karena bisa ngerusak penglihatan dalam waktu singkat. Serangan akutnya bisa berlangsung cepet dan sakit banget, jadi butuh tindakan medis secepatnya.
Meskipun gitu, glaucoma sudut terbuka juga nggak bisa kamu anggap remeh. Karena dia berkembangnya lambat dan nggak bergejala, banyak yang nggak sadar sampai udah parah. Justru karena dia diam-diam inilah, glaucoma sudut terbuka jadi ancaman tersembunyi buat banyak orang.
Langkah terbaik itu deteksi glaucoma dari awal lewat pemeriksaan mata rutin. Kalau udah ketahuan lebih awal, dua jenis glaucoma ini bisa dikendalikan dengan pengobatan yang pas dan pemantauan berkala biar nggak makin parah kerusakan saraf optiknya.
Baca juga Glaukoma Si Pencuri Penglihatan yang Diam diam
Yuk, Ambil Langkah Pencegahan!
Kalo kamu atau orang terdekat ngalamin gangguan penglihatan, tekanan mata tinggi, atau punya faktor risiko glaucoma, mending cepet-cepet deh konsultasi ke dokter spesialis mata. Di Penang, Malaysia, banyak kok dokter mata yang jago, kayak Dr. Adrian Chan dan Dr. Andrew, yang udah pengalaman banget nangani berbagai masalah mata, termasuk glaucoma.
Biar proses pengobatan lebih gampang dan efisien, kamu bisa pakai platform pengobatan Luar Negeri Expediheal. Dengan Expediheal, kamu bisa atur jadwal janji temu sama dokter spesialis mata dengan gampang, bahkan sebelum berangkat ke Penang. Platform ini bantu ngebutin proses pendaftaran, koordinasi medis, sama ngurangin antrean pas di rumah sakit. Jadi, jangan biarin gangguan mata jadi makin serius ambil langkah sekarang juga bareng Expediheal.