Apakah GERD Bisa Menyebabkan Serangan Jantung? Ini Faktanya

Firman dari Expediheal
01 Sep 2025  15:16
Apakah GERD Bisa Menyebabkan Serangan Jantung? Ini Faktanya

Dokter Spesialis GERD di Kuala Lumpur - Banyak dari kita pasti pernah merasakan sensasi tidak enak di dada, terutama setelah makan besar. Rasanya seperti ada yang terbakar di dalam. Ya, itu adalah GERD, atau dalam istilah medisnya disebut Gastroesophageal Reflux Disease. Ini adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Gejala utama GERD memang sering bikin kita khawatir: dada terasa terbakar, nyeri di ulu hati, bahkan mulut terasa asam. Anehnya, gejala ini sering disalahartikan sebagai tanda-tanda serangan jantung. Lalu, apa benar GERD bisa menyebabkan serangan jantung? Mari kita cari tahu faktanya.


GERD dan Nyeri Dada yang Sering Keliru

Kenapa sih GERD sering dikira serangan jantung? Salah satu alasannya adalah nyeri dada yang dirasakan. Asam lambung yang naik itu mengiritasi jaringan di kerongkongan dan dada. Sensasi terbakar ini kadang menjalar sampai ke leher, punggung, atau lengan. Persis seperti gejala serangan jantung.

Tapi, yang perlu digarisbawahi, GERD tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung. GERD itu masalah pencernaan. Serangan jantung terjadi karena ada penyumbatan di pembuluh darah jantung. Walaupun begitu, rasa nyeri yang bikin cemas ini sering membuat orang panik dan berpikir yang tidak-tidak.


Ada Hubungan Tidak Langsung antara GERD dan Penyakit Jantung

Menariknya, beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang punya GERD punya risiko lebih tinggi kena gangguan kardiovaskular. Ini bukan karena GERD-nya yang bikin serangan jantung, melainkan karena beberapa faktor risikonya yang saling berhubungan.

Baca juga Minuman yang Aman untuk Penderita GERD

Coba pikirkan: pola makan kita yang tidak sehat, obesitas, stres, atau gaya hidup yang kurang gerak, semua itu bisa memicu GERD. Dan faktor-faktor ini juga yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, seperti dua masalah yang berasal dari satu akar yang sama.

Stres akibat gejala GERD yang sering kambuh juga bisa membuat tekanan darah dan detak jantung naik. Ini memang tidak langsung memicu serangan jantung, tapi bisa memperburuk kondisi bagi orang yang sudah punya riwayat penyakit jantung. Maka dari itu, jangan pernah menganggap sepele nyeri dada, terutama jika rasanya berbeda dari biasanya. Segera periksa ke dokter.


Cara Membedakan dan Menangani GERD dengan Tepat

Agar tidak panik dan salah menduga, kamu perlu tahu bedanya gejala GERD dan serangan jantung. Nyeri dada karena GERD biasanya muncul setelah makan, terasa lebih parah kalau kamu berbaring, dan bisa berkurang kalau kamu minum air atau berdiri tegak.

Sementara itu, nyeri dada karena serangan jantung itu cenderung muncul tiba-tiba. Rasanya sangat berat, disertai sesak napas, keringat dingin, bahkan mual.

Menangani GERD dengan benar adalah kunci. Perubahan gaya hidup adalah hal utama. Mulai dari mengatur pola makan, menghindari makanan pemicu, tidur dengan bantal yang lebih tinggi, sampai menjaga berat badan. Kalau gejalanya terus mengganggu, kamu perlu konsultasi dengan dokter.


Intinya, GERD tidak langsung menyebabkan serangan jantung. Tapi, gejalanya yang mirip dan faktor risiko yang sama sering membuat kita bingung. Karena itu, jangan pernah mengabaikan nyeri dada, apalagi kalau gejalanya intens.

Untuk kamu yang butuh penanganan lebih lanjut untuk GERD, kamu bisa mencari pengobatan di berbagai rumah sakit di Malaysia. Dengan bantuan platform seperti Expediheal, kamu bisa menemukan dokter spesialis GERD terbaik dan mengatur jadwal pemeriksaan dengan lebih cepat. Jangan biarkan GERD mengganggu aktivitas kamu.

Halo! Butuh bantuan rekomendasi rumah sakit/dokter, cek jadwal atau perkiraan biaya berobat ? Chat disini.