Pengobatan intervensi untuk kanker payudara - Kamu mungkin belum pernah dengar nama Dermatofibrosarkoma Protuberans (DFSP), kan? Santai aja, itu wajar kok, karena ini memang kanker kulit yang super langka. Angkanya itu sekitar 1 dari 100.000 sampai 1.000.000 orang per tahun yang ngalamin. Tapi, meskipun langka, kita tetap harus tahu apa itu Dermatofibrosarkoma Protuberans. Kanker ini paling sering nyerang laki laki di usia produktif, sekitar 20 sampai 50 tahun.
Yang bikin sedikit lega, DFSP ini tumbuhnya pelan banget dan jarang nyebar ke bagian tubuh lain. Jadi, peluang sembuhnya lumayan tinggi lho kalau ketahuan dan diobati cepat. Tapi, kalau dibiarin aja tanpa penanganan, bahaya juga. Kanker ini bisa merangsek masuk ke lapisan lemak, otot, bahkan tulang. Kalau sudah begitu, penanganannya jadi jauh lebih sulit.
Kenapa Dermatofibrosarkoma Protuberans Bisa Muncul?
Nah, pertanyaan besarnya, apa sih penyebab DFSP ini? Sebenarnya, DFSP itu terjadi karena ada perubahan atau mutasi pada gen yang namanya COL1A1 dan PDGFB. Mutasi gen ini bikin sel sel di kulit jadi tumbuh gak terkendali dan akhirnya numpuk, jadilah sel kanker. Sayangnya, sampai sekarang belum jelas betul apa yang memicu mutasi gen ini. Jadi, kita belum tahu pasti penyebabnya.
Siapa Saja yang Berisiko Kena Dermatofibrosarkoma Protuberans
Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa hal yang bisa ningkatin risiko seseorang kena DFSP. Ini dia beberapa faktor risikonya.
Jenis kelamin laki laki. Iya, seperti yang sudah disebut di awal, laki laki lebih rentan.
Usia 20–50 tahun. Ini rentang usia di mana DFSP paling sering terdeteksi.
Pernah punya luka terbuka serius. Misalnya luka bakar atau luka pasca operasi. Jadi, hati hati ya kalau punya riwayat luka begitu.
Pernah jalani terapi radiasi (radioterapi). Beberapa orang yang pernah menjalani radioterapi punya risiko lebih tinggi.
Gejala Awal Dermatofibrosarkoma Protuberans yang Mungkin Kamu Abaikan
DFSP ini tumbuhnya memang pelan, jadi kadang gejala awalnya itu suka gak disadari. Padahal penting banget buat peka sama perubahan di kulit kita. Gejala awal DFSP itu bisa berupa.
Kulit jadi menebal. Rasanya beda dari kulit di sekitarnya.
Permukaan kulit kenyal atau keras. Kalau dipegang, terasa ada benjolan yang gak biasa.
Warna kulit merah kecoklatan. Warnanya bisa berubah jadi kemerahan atau kecoklatan di area yang terdampak.
Benjolan kecil. Mirip jerawat tapi gak sakit. Ini yang sering bikin orang abai.
Kulit terasa kasar. Teksturnya jadi gak halus lagi.
Gejala gejala awal ini bisa berkembang selama berbulan bulan, bahkan bertahun tahun. Tapi, ada pengecualian nih, pada wanita hamil, perkembangannya bisa lebih cepat.
Semakin lama, keluhan yang muncul bisa jadi lebih jelas, seperti.
Benjolan membesar. Benjolannya makin gede dan bikin kulit di sekitarnya jadi meregang.
Kulit di benjolan retak dan berdarah. Ini sudah jadi tanda yang lebih serius.
Perubahan warna yang lebih jelas. Pada anak anak bisa jadi biru atau merah, kalau dewasa warnanya coklat kemerahan.
Benjolan DFSP ini kebanyakan muncul di bahu dan dada. Tapi, ada juga sebagian kecil yang bisa muncul di kepala atau leher. Kalau kankernya sudah jadi benjolan besar, gejalanya pasti lebih parah.
Gimana Dokter Mendeteksi DFSP?
Kalau kamu atau orang terdekat punya gejala gejala di atas, jangan tunda untuk periksa ke dokter. Dokter akan mulai dengan tanya tanya soal gejala yang kamu alami dan riwayat kesehatan. Setelah itu, akan ada pemeriksaan fisik, terutama di area kulit yang bermasalah.
Untuk memastikan diagnosisnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti.
Biopsi kulit. Ini penting banget. Dokter akan ambil sedikit sampel jaringan kulit kamu untuk diperiksa di laboratorium. Dari sini, bisa ketahuan ada sel kanker atau nggak.
Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan ini pakai gelombang magnet buat lihat apakah ada penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain.
Tes genetik. Meskipun jarang, tes ini bisa ngedeteksi mutasi gen yang jadi penyebab sel sel tumbuh gak terkendali.
Berbagai Pilihan Pengobatan DFSP
Penanganan utama untuk DFSP itu sebenarnya operasi, tujuannya ya buat ngangkat tumor dan sel kankernya. Ada beberapa teknik operasi yang biasa dilakukan.
Bedah Eksisi. Dokter akan mengangkat kanker dan sedikit jaringan kulit sehat di sekitarnya. Ini buat memastikan semua sel kanker terangkat bersih.
Bedah Mohs. Teknik ini lebih presisi. Dokter angkat sel kanker dan sedikit banget jaringan sehat di sekelilingnya. Yang keren dari bedah Mohs, dokter bisa langsung teliti pinggiran jaringan yang dipotong pakai mikroskop, jadi bisa langsung ketahuan kalau masih ada sel kanker yang ketinggalan.
Selain operasi, ada juga metode lain yang bisa dipakai dokter.
Terapi Radiasi (Radioterapi). Ini pakai sinar khusus buat bunuh sel kanker. Biasanya dilakukan kalau sel kanker gak bisa diangkat semua lewat operasi.
Terapi Target. Terapi ini khusus buat pasien yang gak bisa operasi. Dokter akan kasih obat yang targetnya langsung ke sel kanker, tujuannya biar sel kanker melemah.
Untuk kasus DFSP yang sudah tumbuh sampai ke lapisan kulit yang lebih dalam, dokter biasanya akan melakukan operasi rekonstruksi. Ini buat memperbaiki luka akibat operasi pengangkatan kanker.
Satu hal yang perlu kamu tahu, DFSP ini bisa kambuh lho. Makanya, dokter akan melakukan berbagai upaya untuk mengurangi risiko kambuh. Misalnya, melakukan operasi rekonstruksi, terapi radiasi, dan yang gak kalah penting, kamu harus rutin kontrol setiap 6 bulan sekali selama 3 tahun. Kenapa 3 tahun? Karena DFSP itu umumnya kambuh dalam rentang waktu itu setelah diobati.
Komplikasi Jika DFSP Tidak Ditangani
Kalau DFSP dibiarin aja tanpa penanganan, bisa jadi bahaya banget. Komplikasinya itu bisa berupa penyebaran sel kanker ke jaringan, otot, lemak, atau tulang di sekitarnya. Gak cuma itu, sel kanker juga bisa menyebar ke organ tubuh lain yang lebih vital, kayak paru paru, otak, jantung, atau kelenjar getah bening. Serem, kan?
Bisakah DFSP Dicegah?
DFSP ini agak sulit dicegah, karena penyebab pastinya memang belum diketahui. Tapi, karena DFSP bisa dipicu oleh luka terbuka atau luka bakar, ada beberapa upaya pencegahan yang bisa kamu lakukan.
Jaga kebersihan kulit. Penting banget untuk selalu jaga kulit tetap bersih.
Perawatan kulit kering. Kalau kulit kamu kering, rawatlah biar gak gampang iritasi.
Hati hati beraktivitas dengan api. Contohnya pas masak, harus ekstra hati hati.
Hindari paparan sinar matahari terik. Pakai tabir surya kalau memang harus di bawah matahari langsung dalam waktu lama.
Hindari paparan bahan kimia. Kalau kerja di lingkungan yang banyak bahan kimia, pastikan pakai pelindung.
Baca juga Memahami Lebih Jelas Mengenai Limfoma Hodgkin
Mendapatkan informasi yang tepat dan penanganan yang cepat itu krusial, apalagi untuk kondisi langka seperti DFSP. Jangan biarkan ketidakpastian menghambatmu. Kalau kamu butuh konsultasi atau janji dengan dokter/spesialis, bahkan untuk mendapatkan penanganan di rumah sakit modern seperti Modern Cancer Hospital Guangzhou, Expediheal siap mempermudah prosesnya. Expediheal adalah platform yang bisa bikin kamu lebih mudah dan cepat atur janji dengan para ahli medis, jadi kamu bisa segera mendapatkan jadwal pengobatan yang kamu butuhkan. Kunjungi Expediheal sekarang untuk kemudahan akses kesehatanmu!