Pengobatan intervensi untuk kanker payudara - Mungkin Anda sering dengar kalau mendeteksi kanker lebih awal itu kuncinya. Dan memang benar, lho! Kalau kanker bisa ketahuan dari awal, kesempatan buat diobati dan sembuhnya itu jauh lebih besar. Nah, pemeriksaan awal yang sering disebut skrining kanker itu cara kita buat ngecek ada enggaknya sel kanker sebelum gejalanya muncul. Ini penting banget, apalagi buat kamu yang punya risiko tinggi, misalnya ada riwayat keluarga yang pernah kena kanker atau punya faktor genetik tertentu. Nah beberapa Jenis Kanker yang Perlu Kamu Waspadai.
1. Kanker Payudara
Ini nih, kanker yang paling banyak menyerang wanita. Gejalanya bisa macam macam, kayak ada benjolan di payudara, kulit atau puting berubah, terasa nyeri, sampai keluar cairan dari puting. Buat ngeceknya, kamu bisa coba.
SADARI (Pemeriksaan payudara sendiri). Ini bisa kamu lakukan sendiri di rumah.
Mammografi. Pemeriksaan pencitraan khusus payudara.
Tes tumor marker. Tes darah buat deteksi zat tertentu yang dibuat sel kanker.
Wanita yang ada riwayat keluarga dengan kanker payudara atau yang usianya di atas 47 tahun disarankan buat skrining minimal 3 tahun sekali.
2. Kanker Serviks
Kanker ini kebanyakan disebabkan oleh infeksi HPV. Awalnya sering enggak ada gejala sama sekali. Tapi kalau sudah parah, bisa muncul pendarahan yang enggak normal, nyeri waktu berhubungan intim, keputihan yang aneh, sampai nyeri panggul. Pemeriksaannya meliputi.
Pap smear. Pengambilan sampel sel dari leher rahim.
Tes HPV. Deteksi keberadaan virus HPV.
IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Cocok buat daerah yang fasilitasnya terbatas.
Pemeriksaan ini penting buat wanita usia 25 tahun ke atas atau yang sudah aktif secara seksual. Frekuensi pemeriksaan bisa beda beda, tergantung usia dan hasil tes sebelumnya.
3. Kanker Usus Besar
Kanker ini juga sering enggak bergejala di awal. Tapi kalau kamu ngalamin perubahan kebiasaan BAB, ada darah di tinja, perut sering kram, atau berat badan tiba tiba turun, hati hati ya. Pemeriksaan yang bisa dilakukan.
Tes tinja. Buat cek ada darah samar atau enggak.
Sigmoidoskopi. Lihat bagian bawah usus besar.
Kolonoskopi. Lihat seluruh bagian usus besar.
Ini penting buat yang usianya 60–75 tahun atau kalau ada riwayat keluarga dengan kanker usus.
4. Kanker Prostat
Biasanya menyerang pria yang sudah berumur. Gejalanya itu kayak susah buang air kecil, nyeri waktu kencing, ada darah di urine atau air mani, sampai nyeri di tulang. Pemeriksaan yang bisa kamu coba.
Pemeriksaan colok dubur (DRE). Dokter akan memeriksa kelenjar prostat lewat dubur.
Tes PSA. Tes darah buat ukur kadar protein spesifik prostat.
Pemeriksaan disarankan buat pria usia 40–75 tahun atau yang ada riwayat keluarga dengan kanker prostat.
5. Kanker Paru Paru
Gejalanya sering baru muncul waktu kankernya sudah parah. Misalnya batuk yang enggak sembuh sembuh, batuk berdarah, nyeri dada, sesak napas, dan berat badan turun drastis. Pemeriksaan yang umum dilakukan.
CT scan. Pemeriksaan pencitraan yang lebih detail.
Rontgen dada. Gambaran paru paru dan area sekitarnya.
Pemeriksaan dahak. Analisis sel sel di dahak.
Bronkoskopi. Lihat saluran pernapasan dengan alat khusus.
Penting banget nih buat perokok aktif atau mantan perokok, juga buat kamu yang kerjanya sering terpapar bahan kimia.
6. Kanker Hati
Kanker ini ada dua jenis, kanker hati primer dan sekunder. Gejalanya bisa berupa perut membesar, nyeri perut, mual, berat badan turun, dan kulit jadi kuning. Pemeriksaan yang bisa kamu lakukan.
Tes darah (termasuk AFP). Cek kadar protein alfa fetoprotein yang bisa jadi penanda kanker hati.
USG, CT scan, MRI. Pemeriksaan pencitraan hati.
Biopsi hati. Pengambilan sampel jaringan hati buat diperiksa.
Skrining dianjurkan buat penderita hepatitis B/C, sirosis, atau yang sering minum alkohol.
Baca juga Dermatofibrosarkoma Protuberans Kanker Kulit Langka yang Perlu Kamu Tahu
7. Kanker Darah (Leukemia)
Kanker ini menyerang sel darah. Gejalanya bisa berupa demam, gampang capek, sering infeksi, mudah memar, atau pendarahan. Pemeriksaannya meliputi.
Tes darah lengkap. Melihat jumlah dan jenis sel darah.
Aspirasi sumsum tulang. Mengambil sampel sumsum tulang.
Pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan dengan sinar X, CT scan, dll.
Pungsi lumbal. Mengambil cairan dari tulang belakang.
Orang yang punya kelainan genetik, perokok, atau terpapar bahan kimia tertentu harus lebih waspada dan rajin cek kesehatan.
Intinya, deteksi dini itu penting banget karena bisa naikin peluang kamu buat sembuh dan bantu nentuin pengobatan yang paling pas. Tapi, perlu diingat juga ya, semua jenis skrining di atas enggak selalu 100% akurat. Buat bener bener mastiin ada kanker atau enggak, biasanya dokter akan nyaranin pemeriksaan biopsi.
Kalau kamu atau keluarga kamu ada gejala yang bikin curiga atau punya risiko tinggi, jangan tunda tunda pemeriksaan. Segera atur jadwal pemeriksaan atau konsultasi sama dokter spesialis kanker. Dan kalo kamu cari tempat pengobatan kanker yang sudah terbukti modern cancer hospital jadi rekomendasi buat yang butuh pengobatan lanjut masalah kanker. Biar proses pengobatan bisa berjalan lebih mudah memanfaatkan platform pengobatan luar negeri dari expediheal.