Pengobatan intervensi untuk kanker payudara - Kandung kemih itu salah satu organ kecil yang letaknya ada di bagian bawah perut kita. Meskipun kecil, perannya penting banget, yaitu buat nampung urine sebelum dibuang dari tubuh. Tapi sayangnya, organ ini juga bisa kena kanker. Kanker kandung kemih itu kondisi saat sel sel di dalam kandung kemih tumbuh secara tidak terkendali. Kalau dibiarkan, sel sel kanker ini bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang, paru paru, atau hati. Jadi, penyakit ini tidak bisa dianggap remeh.
Jenis Jenis Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih itu tidak cuma ada satu jenis. Ada beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan tipe sel di dalam kandung kemih yang berubah jadi ganas. Di antaranya.
Urothelial Carcinoma. Ini tipe yang paling sering ditemukan. Tumbuh dari sel urothelial yang melapisi bagian dalam kandung kemih.
Squamous Cell Carcinoma. Jenis ini biasanya muncul kalau kandung kemih mengalami iritasi terus menerus, misalnya karena penggunaan kateter jangka panjang atau sering kena infeksi.
Adenocarcinoma. Kanker ini berasal dari sel glandular, yaitu sel penghasil lendir. Biasanya terjadi kalau kandung kemih mengalami peradangan dalam waktu lama.
Penyebab dan Faktor Risiko
Sampai sekarang, penyebab pasti kanker kandung kemih belum bisa dipastikan. Tapi umumnya disebabkan oleh mutasi pada sel yang bikin pertumbuhannya jadi tidak normal. Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko terkena kanker ini, seperti.
Jenis kelamin. Laki laki lebih berisiko dibanding perempuan.
Usia. Orang yang usianya di atas 55 tahun lebih rentan.
Kebiasaan merokok. Ini salah satu faktor paling utama. Zat kimia dari rokok bisa masuk ke darah dan disaring oleh ginjal, lalu dibuang lewat urine. Tapi sebelum keluar, zat zat itu bisa merusak sel sel kandung kemih.
Riwayat keluarga. Kalau ada keluarga yang pernah kena kanker, kamu perlu waspada.
Paparan bahan kimia. Terutama buat yang kerja di industri karet, cat, kulit, atau bahan kimia berat lainnya.
Pernah jalani pengobatan kanker. Seperti radioterapi atau kemoterapi di area sekitar kandung kemih.
Kateter urine jangka panjang. Penggunaan kateter yang terlalu lama bisa jadi pemicu.
Infeksi saluran kemih yang kronis, batu kandung kemih, dan skistosomiasis juga termasuk faktor risiko.
Diabetes tipe 2 juga bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker kandung kemih.
Gejala yang Harus Diperhatikan
Gejala yang paling sering muncul adalah adanya darah di urine. Warna urine bisa jadi merah muda, merah terang, atau cokelat. Tapi selain itu, ada juga gejala lain seperti.
Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
Sering terbangun di malam hari buat pipis.
Susah menahan pipis.
Nyeri atau rasa terbakar waktu buang air kecil.
Dorongan pipis yang datang mendadak.
Kalau kanker udah menyebar, gejalanya bisa makin serius, misalnya.
Nyeri di area panggul atau punggung bawah.
Mudah capek.
Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas.
Nafsu makan menurun.
Kaki bengkak.
Nyeri di tulang.
Kapan Harus ke Dokter?
Kalau kamu mulai ngerasa ada yang tidak biasa, apalagi kalau urine kamu berubah warna atau ada darah, sebaiknya langsung periksa ke dokter. Meskipun tidak semua gejala ini pasti karena kanker, lebih baik dicek biar bisa ditangani sejak awal.
Proses Diagnosis Kanker Kandung Kemih
Dokter biasanya bakal tanya tanya dulu soal gejala yang kamu alami, riwayat kesehatan kamu dan keluarga, serta faktor risiko lainnya. Kalau ada dugaan kanker, pemeriksaan lanjutan bisa meliputi.
Tes sitologi urine. Untuk lihat apakah ada sel kanker dalam urine.
Pemindaian. Seperti CT scan, MRI, atau rontgen.
Sistoskopi. Alat kecil dimasukkin ke kandung kemih buat lihat langsung ke dalam.
Biopsi. Ngambil sampel jaringan buat diperiksa di lab.
Setelah diagnosis pasti, kanker akan ditentukan stadiumnya, dari 0 sampai IV. Ini penting buat nentuin pengobatannya nanti.
Stadium Kanker Kandung Kemih
Stadium 0. Kanker masih di lapisan permukaan.
Stadium I. Sudah tembus lapisan tapi belum kena otot.
Stadium II. Udah menyebar ke otot kandung kemih.
Stadium III. Kanker mulai nyebar ke jaringan sekitar.
Stadium IV. Sudah menyebar ke organ jauh seperti paru paru atau hati.
Baca juga Mengenali Lebih Jauh Komplikasi Kanker Serviks
Pilihan Pengobatan
Pengobatan bisa beda beda tergantung jenis dan stadium kanker, juga kondisi pasien. Beberapa pilihan yang umum.
Imunoterapi. Bantu sistem imun lawan kanker. Bisa lewat suntikan langsung ke kandung kemih pakai vaksin BCG.
Kemoterapi. Pakai obat untuk bunuh sel kanker, bisa lewat infus atau langsung ke kandung kemih.
Radioterapi. Pakai radiasi tinggi buat hancurin sel kanker.
Operasi. Mulai dari pengangkatan tumor (TURBT), pengangkatan sebagian kandung kemih (kistektomi parsial), sampai pengangkatan total kandung kemih (kistektomi radikal).
Komplikasi yang Bisa Terjadi
Kalau tidak ditangani, kanker kandung kemih bisa menyebar dan memicu komplikasi seperti.
Anemia.
Gangguan seksual.
Masalah kontrol buang air kecil.
Pembengkakan ginjal.
Infeksi dan penyempitan uretra.
Cara Mengurangi Risiko
Mencegah kanker ini memang belum bisa 100% dilakukan karena penyebab pastinya belum jelas. Tapi kamu tetap bisa nurunin risikonya dengan.
Berhenti merokok.
Hindari bahan kimia berbahaya.
Jaga kebersihan dan hindari air tercemar.
Minum cukup air setiap hari.
Perbanyak makan buah dan sayur.
Rutin olahraga.
Menjaga kesehatan kandung kemih harus jadi bagian dari rutinitas. Jangan abaikan gejala sekecil apapun. Kalau kamu punya keluhan atau pengen konsultasi soal kanker kandung kemih, kamu bisa cari bantuan profesional. Dan kalau butuh akses ke rumah sakit modern kayak Modern Cancer Hospital Guangzhou, kamu bisa coba Expediheal. Platform ini bantu kamu buat dapetin jadwal pengobatan lebih cepat dan praktis. Kunjungi Expediheal sekarang dan dapatkan solusi medis yang kamu butuhkan.