Pengobatan kanker payudara minimal invasif - Kamu pernah dengar yang namanya limfoma Hodgkin? Mungkin sebagian dari kamu masih asing ya dengan nama penyakit ini. Jadi, gini lho, limfoma Hodgkin itu terjadi waktu ada sel darah putih yang namanya limfosit B, dia ini tumbuh nggak terkendali. Normalnya, limfosit B kita itu penting banget buat lawan infeksi di tubuh karena tugasnya bikin antibodi. Nah, di kasus limfoma Hodgkin ini, jumlah limfosit B nya malah jadi banyak banget tapi anehnya kemampuan mereka buat bikin antibodi justru turun. Akibatnya, orang yang kena penyakit ini jadi gampang banget kena infeksi.
Sel sel limfosit B yang bermutasi ini nggak cuma tumbuh sembarangan, tapi juga bisa nyebar kemana mana lewat sistem limfatik kita. Seringnya sih, dia numpuk di kelenjar getah bening. Makanya, gejala yang paling gampang dikenali dari limfoma Hodgkin itu munculnya benjolan yang nggak sakit di leher, ketiak, atau selangkangan. Penyakit ini bisa menyerang siapa aja, tapi seringnya sih ditemukan pada orang usia 20 40 tahun dan juga lansia di atas 55 tahun.
Oh iya, ada juga jenis limfoma lain yang lebih sering muncul, namanya limfoma non Hodgkin. Gejalanya mirip, tapi buat bedainnya harus lewat pemeriksaan biopsi. Yang penting kamu tahu, kalau soal tingkat kesembuhan, limfoma Hodgkin ini umumnya lebih baik daripada limfoma non Hodgkin.
Kenapa Limfoma Hodgkin Bisa Muncul?
Penyebab utamanya limfoma Hodgkin itu karena adanya mutasi atau perubahan pada sel sel limfosit B. Mutasi ini bikin sel sel tadi jadi berkembang nggak normal dan nggak terkendali, akhirnya berubah jadi sel kanker. Sampai sekarang, kita belum tahu pasti nih apa yang jadi pemicu mutasi itu. Tapi, ada beberapa faktor yang bisa bikin seseorang lebih berisiko kena limfoma Hodgkin, yaitu.
Usia di atas 20 tahun.
Berjenis kelamin laki laki.
Punya riwayat keluarga yang menderita limfoma Hodgkin.
Pernah terinfeksi virus Epstein Barr.
Punya daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena HIV/AIDS atau lagi minum obat yang menekan sistem imun.
Gejala yang Harus Kamu Waspadai
Nah, biar lebih jelas, ini dia beberapa gejala yang sering muncul pada penderita limfoma Hodgkin.
Ada benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan yang nggak sakit pas disentuh.
Demam yang datang dan pergi selama beberapa minggu tanpa ada infeksi yang jelas.
Kulit sering gatal gatal.
Merasa sangat lelah terus menerus.
Berkeringat banyak di malam hari.
Nafsu makan berkurang drastis.
Berat badan menurun tanpa kamu niat diet.
Batuk, nyeri dada, dan kadang sesak napas.
Perut terasa nyeri atau jadi bengkak.
Bagaimana Dokter Mendiagnosisnya?
Kalau kamu atau orang terdekat ngalamin gejala di atas, jangan ragu buat langsung periksa ke dokter. Dokter akan mulai dengan nanya nanya gejala dan riwayat kesehatan kamu atau keluarga. Abis itu, akan ada pemeriksaan fisik. Untuk mastiin diagnosisnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, kayak.
Tes darah. Ini bisa meliputi hitung darah lengkap, tes laju endap darah, pemeriksaan laktat dehidrogenase (LDH), sampai tes HIV.
Pemindaian. Buat lihat pembesaran kelenjar getah bening dan nentuin stadium kanker, dokter mungkin akan nyaranin foto Rontgen, CT scan, MRI, atau PET scan.
Biopsi. Ini penting banget. Dokter akan ngambil sampel dari kelenjar getah bening yang membesar pakai jarum. Kalau susah, mungkin kelenjar getah beningnya diangkat sekalian buat diperiksa di laboratorium. Selain itu, bisa juga diambil sampel cairan dari sumsum tulang.
Dari hasil pemeriksaan ini, dokter akan nentuin stadium limfoma Hodgkin kamu.
Stadium 1. Kanker cuma ada di satu kelenjar getah bening atau satu bagian tubuh aja.
Stadium 2. Kanker ada di dua kelenjar getah bening atau udah nyebar ke kelenjar getah bening terdekat, tapi masih di satu area tubuh yang sama.
Stadium 3. Kanker udah nyebar ke jaringan atau organ lain di sekitarnya, kayak limpa. Bisa juga udah nyebar ke kelenjar di atas atau bawah diafragma.
Stadium 4 (stadium akhir). Kanker sudah menyebar luas ke organ tubuh lain seperti paru paru, tulang, hati, limpa, kulit, atau sumsum tulang.
Pengobatan dan Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Kabar baiknya, limfoma Hodgkin punya peluang sembuh yang tinggi kalau terdeteksi dan diobati dari awal. Pengobatannya sendiri tergantung stadium dan kondisi pasien. Tujuannya tentu saja buat memusnahkan sel kanker sebanyak mungkin. Beberapa cara pengobatannya antara lain.
Kemoterapi. Dikasih obat buat bunuh sel kanker. Bisa berupa pil atau suntikan.
Imunoterapi. Dikasih obat buat ngerangsang sistem kekebalan tubuh kamu biar bisa kenalin dan hancurin sel kanker sendiri.
Radioterapi. Pakai energi radiasi buat hancurin sel kanker di area tertentu. Biasanya buat stadium awal.
Transplantasi sumsum tulang atau sel punca. Ini kalau sel kankernya nggak hilang setelah kemoterapi atau radiasi, atau kalau kankernya kambuh lagi. Tujuannya ganti sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat.
Setelah pengobatan, penting banget buat rutin periksa kesehatan. Ini buat mantau kondisi kamu dan deteksi kalau kankernya kambuh, sekaligus atasi efek samping dari obat obatan. Frekuensi pemeriksaannya bisa tiap beberapa minggu atau bulan, nanti dokter yang akan atur.
Meskipun udah diobati, ada beberapa komplikasi yang bisa muncul dari penyakit ini atau efek samping pengobatannya, seperti.
Daya tahan tubuh melemah. Jadi gampang sakit. Kadang perlu minum antibiotik khusus buat cegah infeksi.
Gangguan kesuburan. Kemoterapi dan radiasi bisa bikin susah punya anak, sementara atau permanen. Makanya, sering ditawarin buat simpan sel telur atau sperma sebelum pengobatan.
Gangguan kesehatan lain. Bisa kena penyakit jantung, paru paru, atau hipotiroidisme.
Tumbuh kanker jenis lain. Ini bisa terjadi lebih dari 10 tahun setelah kemoterapi atau radioterapi, contohnya leukemia, kanker paru paru, atau kanker payudara.
Baca juga Mengenal Angiosarcoma Kanker Pembuluh Darah yang Perlu Kita Waspadai
Limfoma Hodgkin Bisa Dicegah Nggak Sih?
Karena penyebab pastinya belum ketahuan, pencegahan limfoma Hodgkin itu lebih ke arah menghindari faktor risikonya. Beberapa cara yang bisa kamu lakuin adalah.
Tidak berganti ganti pasangan seksual.
Selalu pakai kondom saat berhubungan seksual.
Hindari penyalahgunaan NAPZA.
Jaga berat badan tetap ideal atau turunin berat badan kalau berlebihan.
Rutin konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
Berolahraga secara teratur.
Memahami penyakit ini penting buat deteksi dini dan penanganan yang tepat. Kalau kamu butuh bantuan untuk atur janji temu dengan dokter atau spesialis kanker, bahkan dengan rumah sakit modern kayak Modern Cancer Hospital Guangzhou, kamu bisa manfaatin Expediheal. Mereka bisa mempermudah kamu buat dapet jadwal pengobatan, jadi kamu bisa lebih cepat dan mudah dapet penanganan yang diperlukan.
Tertarik buat atur jadwal konsultasi atau pengobatan? Coba deh kunjungi Expediheal sekarang juga dan rasakan kemudahan atur janji dengan dokter/spesialis/rumah sakit Modern Cancer Hospital Guangzhou!