Pengobatan kanker payudara minimal invasif - Angiosarcoma. Mungkin nama ini enggak terlalu akrab di telinga banyak orang. Tapi penting banget nih buat kita tahu kalau ini adalah jenis kanker yang bisa menyerang pembuluh darah atau getah bening kita, di mana saja dalam tubuh. Meskipun begitu, paling sering munculnya memang di kulit, apalagi area kepala sama leher. Selain itu, organ organ penting kayak payudara, jantung, atau hati juga bisa jadi sasaran empuk.
Yang bikin Angiosarcoma ini perlu perhatian ekstra adalah sifatnya yang cepat banget berkembang dan gampang sekali menyebar ke bagian tubuh lain. Kenapa? Ya karena dia asalnya memang dari pembuluh darah, jadi aksesnya buat jalan jalan ke mana mana itu lebih gampang. Kalau sudah menyebar, penanganannya pasti jadi lebih susah. Makanya, kalau bisa ketahuan dari awal, itu jauh lebih baik. Deteksi dini itu kuncinya.
Mengenal Apa Itu Angiosarcoma
Angiosarcoma itu terjadi waktu sel sel yang melapisi dinding pembuluh darah atau pembuluh getah bening kita mengalami perubahan atau mutasi. Nah, akibatnya, sel sel ini jadi tumbuh enggak normal dan enggak terkendali, akhirnya berkembang jadi kanker.
Sampai sekarang, kita belum tahu pasti apa yang bikin perubahan genetik ini terjadi pada sel sel di pembuluh darah atau getah bening. Tapi, ada beberapa hal yang diduga bisa naikin risiko seseorang kena Angiosarcoma, antara lain.
Terapi Radiasi. Kalau kamu pernah jalanin radioterapi buat ngobatin kanker atau kondisi lain sebelumnya, ini bisa jadi salah satu faktor risikonya.
Lymphedema Kronis. Ini pembengkakan yang terjadi akibat penyumbatan di kelenjar getah bening yang sudah lama banget.
Paparan Bahan Kimia Berbahaya. Contohnya kayak arsenik atau vinil klorida. Hati hati ya kalau sering berinteraksi sama bahan bahan ini.
Kelainan Genetik Tertentu. Ada beberapa kelainan genetik yang bisa naikin risiko, kayak neurofibromatosis tipe 1, sindrom Maffucci, atau sindrom Klippel Trenaunay.
Gejala Angiosarcoma. Beda Lokasi, Beda Cerita
Gejala Angiosarcoma itu sangat tergantung di bagian tubuh mana atau organ mana kanker ini tumbuh.
Kalau yang diserang itu kulit, biasanya gejala yang muncul antara lain.
Memar atau luka yang enggak sembuh sembuh, malah makin gede.
Ada benjolan di kulit yang ukurannya membesar.
Luka yang gampang banget berdarah, padahal cuma tergores dikit atau kebentur.
Kulit di sekitar luka jadi bengkak.
Nah, kalau Angiosarcoma menyerang organ dalam, biasanya penderita akan ngerasain nyeri di organ yang kena. Selain itu, ada juga gejala tambahan yang muncul, tergantung organ mana yang diserang. Misalnya.
Angiosarcoma payudara. Kamu bisa ngerasain benjolan di payudara, bentuk sama ukuran payudara berubah, putingnya juga berubah, muncul ruam atau memar, sampai perubahan warna kulit payudara.
Angiosarcoma jantung. Gejalanya bisa berupa dada terasa kayak diikat, batuk berdarah, demam, irama jantung enggak beraturan, kaki atau tungkai terasa lemah atau bengkak, atau sesak napas.
Angiosarcoma hati. Kamu mungkin akan ngerasain nyeri di perut kanan atas, penyakit kuning, atau perut jadi membesar.
Angiosarcoma tulang. Gejalanya nyeri tulang, ada pembengkakan atau benjolan di kulit yang asalnya dari tulang, atau bahkan bisa sampai patah tulang.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Angiosarcoma?
Kalau ada dugaan Angiosarcoma, dokter bakal mulai dengan nanya tentang semua gejala yang kamu rasain, riwayat kesehatanmu dan keluarga, serta terapi apa aja yang pernah atau sedang kamu jalanin.
Setelah itu, dokter bakal ngelakuin pemeriksaan fisik, terutama di area yang kamu keluhkan. Misalnya, kalau ada luka, dokter bakal lihat apakah luka itu rapuh dan gampang berdarah. Kelenjar getah bening di sekitar luka juga akan diperiksa.
Buat mastiin diagnosis, beberapa pemeriksaan tambahan biasanya akan dilakukan.
Foto Rontgen. Buat ngelihat kondisi organ, terutama tulang atau payudara yang dicurigai kena Angiosarcoma.
MRI atau CT scan. Ini buat ngelihat organ dalam atau jaringan lunak yang mungkin kena.
PET scan. Tujuannya buat deteksi apakah kanker sudah menyebar ke tempat lain di tubuh.
Biopsi. Ini adalah pemeriksaan yang paling penting. Dokter bakal ngambil sedikit sampel jaringan dari area yang bergejala buat diperiksa di bawah mikroskop, ngelihat karakteristik sel selnya.
Pengobatan Angiosarcoma Beragam Pilihan buat Ngelawan Kanker
Pengobatan Angiosarcoma bakal disesuain dengan di mana lokasi kankernya, dan seberapa luas sel kanker sudah menyebar. Beberapa metode pengobatan yang bisa dilakuin meliputi.
Operasi. Ini sering jadi pilihan utama. Tujuannya ngangkat area yang ada sel kankernya, termasuk sedikit jaringan sehat di sekitarnya. Tapi kalau kankernya sudah terlalu gede atau sudah menyebar, operasi mungkin enggak bisa dilakuin.
Radioterapi. Terapi ini pakai sinar radiasi berkekuatan tinggi buat bunuh sel kanker. Bisa dilakuin setelah operasi buat mastiin enggak ada sel kanker yang tersisa, atau buat pasien yang enggak bisa dioperasi.
Kemoterapi. Biasanya dipilih kalau kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Terapi ini pakai obat obatan buat bunuh atau nghentiin pertumbuhan sel kanker. Sering juga dikombinasiin sama radioterapi.
Terapi Target. Terapi ini fokus nyerang zat spesifik dalam sel kanker yang enggak ada di sel sehat. Jadi, dampaknya ke sel sehat itu lebih minim. Umumnya dipakai buat Angiosarcoma yang sudah menyebar.
Imunoterapi. Terapi ini ngerangsang sistem kekebalan tubuh kita sendiri buat nyerang sel kanker. Dengan begitu, pertumbuhan sel kanker bisa terhenti atau terhambat. Imunoterapi ini biasanya digunain buat Angiosarcoma yang sudah menyebar atau ukurannya gede.
Baca juga Penyebab, Resiko, Tanda dan Diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa (Kanker Kulit)
Komplikasi dan Pencegahan Angiosarcoma
Karena Angiosarcoma ini berkembangnya cepat, kalau enggak buru buru ditanganin, kanker ini bisa menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain, yang namanya metastasis. Paru paru, liver, tulang, sama kelenjar getah bening itu tempat yang paling sering jadi sasaran penyebaran. Gejala yang muncul akibat penyebaran ini juga tergantung organ mana yang kena. Angiosarcoma juga bisa nyebabin pendarahan di dalam tubuh, contohnya kalau di paru paru bisa nyebabin hemothorax. Selain itu, yang perlu diingat, Angiosarcoma punya risiko tinggi buat kambuh lagi setelah diobatin.
Mencegah Angiosarcoma itu memang susah karena penyebab pastinya belum tahu. Tapi, ada beberapa hal yang bisa kamu lakuin buat nurunin risikonya.
Terapkan Pola Hidup Sehat. Makan makanan bergizi lengkap sama seimbang, jaga berat badan ideal, sama rajin olahraga.
Hindari Paparan Sinar Matahari Berlebihan. Jangan terlalu lama kena sinar matahari langsung.
Jauhi Bahan Kimia Berbahaya. Hindari paparan langsung sama bahan kimia berbahaya kayak arsenik sama vinil klorida.
Gunakan Alat Pelindung Diri. Kalau pekerjaanmu ngarusin berinteraksi sama bahan kimia berbahaya, pastiin selalu pakai alat pelindung diri yang sesuai standar.
Mengingat Angiosarcoma ini bisa berkembang cepat dan susah ditanganin kalau sudah menyebar, deteksi dini dan penanganan yang tepat itu penting banget. Jangan tunda buat nyari informasi dan bantuan medis kalau kamu atau orang terdekat ngerasain gejala yang mencurigakan.
Untuk memudahkan kamu dalam ngatur jadwal konsultasi sama dokter atau spesialis, bahkan sama rumah sakit modern kayak Modern Cancer Hospital Guangzhou, kamu bisa manfaatin Expediheal. Expediheal adalah platform yang dirancang buat mempermudah kamu ngatur janji temu, jadi proses dapetin jadwal pengobatan bisa lebih cepat dan mudah.