Penyumbatan Jantung 70% Apakah Harus Pasang Stent?

Firman dari Expediheal
05 Mar 2026  01:45
Penyumbatan Jantung 70% Apakah Harus Pasang Stent?

Kalau kamu baru saja melakukan pemeriksaan jantung seperti CT angiogram atau mungkin kateterisasi, lalu hasilnya keluar dan dokter bilang ada penyempitan pembuluh darah, pasti rasanya kaget. Apalagi kalau angkanya menunjukkan ada penyumbatan sekitar 70 persen. Banyak pasien langsung merasa takut dan bertanya-tanya, apakah ini artinya saya harus segera masuk ruang operasi untuk pasang stent?

Sebenarnya, jawabannya tidak selalu harus langsung pasang. Setiap orang punya kondisi yang beda-beda. Keputusan untuk melakukan tindakan medis itu biasanya tergantung dari banyak hal, bukan cuma melihat angka persentasenya saja. Dokter akan melihat gejala yang kamu rasakan dan bagaimana kondisi pembuluh darah kamu secara keseluruhan.


Apa Maksudnya Kalau Ada Penyumbatan Jantung 70 Persen?

Angka persentase itu maksudnya adalah seberapa banyak ruang di dalam saluran pembuluh darah kamu yang tertutup oleh plak atau kotoran. Jadi kalau dibilang 70 persen, berarti saluran darah itu sudah menyempit cukup banyak. Hal ini membuat aliran darah ke jantung jadi terganggu.

Saat kondisi ini terjadi, otot jantung kamu mungkin tidak dapat oksigen yang cukup. Biasanya ini terasa sekali kalau kamu lagi banyak aktivitas, misalnya pas lagi olahraga atau lagi merasa stres. Beberapa gejala yang sering muncul karena penyumbatan ini adalah

Dada terasa nyeri saat kamu lagi aktif bergerak.

Napas terasa sesak.

Badan jadi cepat sekali lelah.

Ada rasa berat atau seperti ditekan di area dada.

Tapi perlu diingat juga, ada beberapa orang yang penyumbatannya sudah 70 persen tapi ternyata belum merasakan keluhan apa-apa yang jelas.


Apakah Penyumbatan 70 Persen Itu Selalu Wajib Pasang Stent?

Jawabannya adalah tidak selalu. Dokter tidak akan langsung menyuruh pasang stent cuma karena melihat angka 70 persen itu. Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan dokter sebelum ambil keputusan, yaitu

Lokasi penyumbatannya: Kalau sumbatannya ada di pembuluh darah yang utama, itu biasanya lebih bahaya dibanding kalau cuma di cabang pembuluh darah yang kecil.

Jumlah pembuluh darah: Apakah yang tersumbat cuma satu titik atau ada banyak titik di pembuluh darah yang berbeda.

Gejala yang dirasakan: Kalau kamu sering merasa nyeri dada yang parah atau gejalanya makin sering muncul, biasanya dokter akan lebih menyarankan untuk tindakan.

Hasil tes lain: Kadang dokter butuh tes tambahan seperti stress test untuk melihat sejauh mana sumbatan itu mengganggu fungsi jantung kamu.

Jadi, penanganannya memang harus dibicarakan secara pribadi dengan dokter spesialis jantung kamu.


Mengenal Apa Itu Stent Jantung

Stent itu sebenarnya adalah alat yang bentuknya seperti tabung kecil dari logam. Gunanya untuk membuka kembali jalan aliran darah yang sudah sempit tadi. Proses pasangnya disebut angioplasty.

Caranya, dokter akan memasukkan selang kecil (kateter) lewat pembuluh darah di tangan atau paha kamu sampai ke jantung. Nanti ada balon kecil yang ditiup untuk membuka bagian yang sempit, terus stent itu diletakkan di sana supaya pembuluh darahnya tidak menutup lagi. Ini bukan operasi besar, jadi biasanya pemulihannya cukup cepat.


Baca juga Perbedaan Angina dan Serangan Jantung yang Harus Anda Ketahui


Kapan Dokter Biasanya Menyarankan Pasang Stent?

Biasanya pemasangan stent ini disarankan kalau

Sumbatannya sudah sangat mengganggu dan bikin kamu sering merasa sakit.

Kamu mengalami serangan jantung secara tiba-tiba.

Obat-obatan yang kamu minum sudah tidak mempan lagi untuk menghilangkan rasa sakit.

Tes menunjukkan kalau aliran darah ke jantung kamu sudah sangat kurang.

Kalau sumbatannya belum dianggap membahayakan nyawa atau belum mengganggu fungsi jantung secara parah, kadang dokter cuma menyarankan kamu minum obat rutin dan mengubah pola hidup jadi lebih sehat dulu.


Pentingnya Melakukan Evaluasi ke Dokter Spesialis

Karena kondisi jantung setiap orang itu unik, kamu butuh pendapat dari dokter spesialis yang memang sudah ahli di bidang kardiologi koroner. Keputusan mau pasang stent atau tidak itu harus dipikirkan matang-matang.

Kalau kamu punya hasil tes yang menunjukkan penyumbatan signifikan, kamu bisa mencoba melakukan evaluasi di Island Hospital. Mereka punya fasilitas yang lengkap untuk urusan jantung. Kamu bisa berkonsultasi dengan Dr. Chong Chu Ling, yang merupakan Spesialis Cardiologist Intervensi di sana. Beliau bisa membantu menentukan apakah kamu memang butuh stent atau mungkin masih bisa diobati dengan cara lain.


Jangan Pernah Abaikan Hasil Pemeriksaan Kamu

Kalau kamu sudah tahu ada penyempitan di jantung, jangan ditunda-tunda untuk tanya ke dokter. Menangani masalah jantung lebih awal itu jauh lebih baik untuk mencegah hal buruk seperti serangan jantung mendadak.


Ingin Konsultasi dengan Dokter Jantung di Malaysia?

Jika kamu berencana mau cek jantung atau berobat ke Malaysia, kamu bisa minta bantuan dari Expediheal. Mereka bisa membantu kamu mengatur jadwal untuk bertemu dokter spesialis di Island Hospital sesuai dengan masalah kesehatan kamu.

Expediheal akan membantu mengurus jadwal janji temu, koordinasi medis, sampai persiapan perjalanan kamu supaya proses berobat jadi lebih tenang dan nyaman. Silakan hubungi Expediheal untuk tahu info lebih lanjut soal penanganan penyumbatan jantung di Island Hospital Malaysia.


Halo! Butuh bantuan rekomendasi rumah sakit/dokter, cek jadwal atau perkiraan biaya berobat ? Chat disini.