Mungkin ada anggota keluarga yang merasa bahunya terlihat tidak sama tinggi? Atau mungkin salah satu pinggul posisinya lebih naik ke atas dan punggung sering terasa nyeri padahal tidak melakukan aktivitas berat? Kalau Anda sedang berdiri tegak tapi badan terlihat miring ke satu sisi, hal ini jangan dianggap biasa saja. Kondisi seperti ini bisa jadi adalah tanda kalau Anda terkena skoliosis.
Sebenarnya skoliosis penyakit apa? Singkatnya, skoliosis itu adalah kelainan pada tulang belakang manusia. Tulang yang harusnya lurus kalau dilihat dari belakang, malah melengkung ke arah samping. Bentuk lengkungannya biasanya mirip huruf "S" atau huruf "C". Kelengkungan yang tidak normal ini bakal membuat postur tubuh jadi berubah. Kalau kondisinya sudah parah, organ dalam di tubuh Anda bisa terganggu fungsinya karena terhimpit tulang.
Jika Anda merasa ada gejala yang aneh pada tubuh, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter spesialis Orthopaedic Surgery. Hal ini penting supaya Anda dapat pemeriksaan yang lengkap dan tahu cara menangani masalah ini dengan benar.
Gejala Skoliosis yang Perlu Diwaspadai
Gejala yang muncul pada setiap orang itu tidak selalu sama. Semua tergantung dari seberapa parah lengkungannya dan berapa usia orang tersebut. Tapi, ada beberapa tanda yang umum sering kelihatan, yaitu
Bahu tidak sejajar atau tinggi sebelah.
Tulang belikat di punggung menonjol hanya di satu sisi.
Pinggul terlihat miring atau tidak simetris.
Posisi tubuh condong ke salah satu sisi saja.
Punggung terasa sakit, dan ini biasanya lebih sering dirasakan orang dewasa.
Baju yang dipakai terlihat tidak pas atau jatuhnya tidak rata di badan.
Untuk anak-anak dan remaja, biasanya skoliosis tidak bikin rasa sakit di awal. Makanya, penyakit ini sering baru ketahuan saat ada pemeriksaan di sekolah atau ketika orang tua tidak sengaja melihat perubahan bentuk badan anaknya. Kalau sudah berat, Anda bisa sesak napas karena tulang belakang menekan paru-paru dan rongga dada.
Penyebab Skoliosis
Penyebab kenapa tulang bisa melengkung itu ada bermacam-macam, dibagi menjadi beberapa jenis seperti di bawah ini
Skoliosis Idiopatik: Ini jenis yang paling sering kena ke anak umur 10 sampai 18 tahun. Sampai sekarang dokter belum tahu pasti apa penyebabnya, tapi kemungkinan besar karena faktor keturunan atau genetik.
Skoliosis Kongenital: Kondisi ini sudah ada sejak bayi lahir. Ini terjadi karena tulang belakang tidak terbentuk dengan sempurna saat bayi masih di dalam kandungan.
Skoliosis Neuromuskular: Penyebabnya adalah gangguan pada saraf dan otot. Contohnya seperti penyakit cerebral palsy yang membuat otot tidak kuat menopang tulang belakang jadi tetap lurus.
Skoliosis Degeneratif: Kalau yang ini biasanya kena ke orang dewasa. Penyebabnya karena faktor usia, sendi yang rusak, atau karena pengeroposan tulang (osteoporosis).
Tahu apa penyebabnya itu sangat penting buat dokter spesialis orthopedi untuk menentukan cara pengobatan yang paling pas buat Anda.
Bagaimana Diagnosis Skoliosis Dilakukan?
Pertama-tama dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Anda akan diminta berdiri tegak, lalu diminta membungkuk ke depan. Dokter akan melihat apakah ada bagian punggung yang menonjol sebelah.
Kalau dokter curiga ada skoliosis, Anda akan diminta tes lanjutan seperti:
Rontgen (X-ray): Untuk mengukur berapa derajat kelengkungan tulangnya (ini disebut sudut Cobb).
MRI atau CT scan: Ini dilakukan kalau dokter perlu melihat kondisi saraf atau jaringan di sekitar tulang.
Tingkat keparahan skoliosis dilihat dari derajatnya:
Ringan: Kalau lengkungannya kurang dari 20 derajat.
Sedang: Kalau antara 20 sampai 40 derajat.
Berat: Kalau sudah lebih dari 40 derajat.
Pilihan Pengobatan Skoliosis
Cara mengobati skoliosis itu beda-beda, tergantung umur Anda dan seberapa cepat lengkungannya bertambah parah.
Observasi: Untuk yang masih ringan, dokter cuma akan memantau saja setiap beberapa bulan sekali untuk memastikan tulangnya tidak makin miring.
Penggunaan Brace: Anak remaja yang skoliosisnya masuk kategori sedang biasanya disuruh pakai penyangga (brace) supaya tulang tidak makin melengkung selama mereka masih masa pertumbuhan.
Fisioterapi: Ada latihan gerakan khusus untuk menguatkan otot punggung supaya postur tubuh jadi lebih baik.
Operasi: Ini adalah jalan terakhir kalau kondisinya sudah berat. Dokter akan memasang alat seperti batang logam dan sekrup untuk meluruskan kembali tulang belakang Anda.
Kalau Anda butuh tempat penanganan yang lengkap, Anda bisa mempertimbangkan Pantai Hospital Melaka di Malaysia. Di sana ada tim dokter spesialis Orthopaedic Surgery yang sudah berpengalaman dan alat medisnya juga sudah modern.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis Orthopaedic Surgery?
Jangan menunggu lama, segera cari dokter kalau Anda atau anak Anda mengalami:
Bentuk tubuh berubah drastis dan terlihat jelas.
Sakit punggung yang tidak kunjung hilang.
Ada keluarga yang punya riwayat skoliosis.
Tiba-tiba terasa sesak napas tanpa alasan yang jelas.
Urus Pengobatan Anda dengan Expediheal
Sekarang kalau mau berobat ke Malaysia itu tidak susah. Kalau Anda mau ke Pantai Hospital Melaka, Anda tidak perlu pusing mengurus administrasi sendiri.
Expediheal bisa membantu Anda mengurus semuanya. Mulai dari tanya-tanya awal, membuat janji dengan dokter, mengurus dokumen perjalanan, sampai mencari tempat menginap selama di Malaysia. Jadi Anda bisa lebih tenang dan tidak stres saat menjalani pengobatan.
Jangan tunda-tunda untuk mengobati skoliosis. Segera hubungi spesialis dan gunakan layanan Expediheal supaya perjalanan medis Anda jadi lebih gampang.